Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Tuesday, January 1

"DI AMBANG TAHUN BARU"

Di penghujung senja
Gerimis mengantar
Matahari pulang
Jejaknya tertinggal

Membayang di lautan
Keciprak ombak
Menghapus kenangan
Suram buih pecah
Menghantam karang

Merenung pantai
Di pesisir barat
Bahwa hari kian sekarat
Kemana bulat yang bulat
Sinarnya dinantikan
Sejuta umat

Damai malam
Di ambang tahun baru
Bersama para malaikat
Sehari lagi tahun berganti
Mari kita renungkan
Segalanya penuh arti...

Sunday, November 21

Kunang-kunang

tatkala rembulan melukis senyum di malam ranum
cengkerama reranting merapal waktu sebatas puisi
getar mimpi memetik nostalgi di tepi sanubari
daun-daun menguning pada tenang dinihari

aku ragu

kau ada

di sana

kunang-kunang,
bisakah kita memendam rindu dalam diam
meski gerimis melumatkan waktu dan ingatan
jika sekiranya tintaku kabur di percik tirta
aku ingin senyummu ada menyapa jiwa

Sunday, October 17

kegelapan pesona khayalku

...
...
...
udara …
liar kuhembuskan dalam remang hati yang gamang …
biarlah terlihat memburu seperti peluru …
menghunuskan di lorong-lorong waktu …
tersembunyi, terlindung suci dari jamah pikiran dan hati …
lalu, sengau siapakah tadi yang berlindung di kabut hening shubuh …
ketika aku pasrah kalah …
membawa kalungan kata-kata untuk kerajaan malam …
hingga (mungkin) ku terlantar di pelataran sorga …

air …
aku rindu bening wujudmu …
aku rindu bulir-bulir embunmu dibalik kusam jendela kaca …
yang bersemayam atau berjelaga …
seperti syair-syair para syuhada yang memerah darah …
sewaktu rindu segarnya air telaga kautsar …
entah apakah sama …
selagi aku khusyu di bilangan malam sewaktu aku hilang …

bumi …
aku juga rindu tanah-tanahmu yang basah …
rindu berlari-lari kecil di padang savana …
lantas, gerangan apa murkamu adalah sebentuk airmata …
yang aku pungut satu persatu di pipi manusia …
jangan beri aku argumentasi, bumi …
yang entah di gugusan mana engkau emosi tanpa opini …

api …
sambutlah nyawaku …
betapun perih …
dan aku temui bila nanti sudah tiba diujung usia ...
sewaktu jajaran bintang-bintang adalah selayak jejak cahaya …
bakarlah isak nafasku sejenak sbelum bertemu ...
dan aku 'kan hadir dalam genangan peluh yang sesak ditebali abu ...
aku tahu betapapun perihnya itu …
...


dan kasih sayang  ...
inilah kegelapan pesona khayalku yang jengah kusiapkan ...




Prev: water is life ...

Kasih Terkenang…

kusisir malam dalam kesunyian dikehampaan kelam
kurentangkan kedua tangan, mencoba rebah diperaduan nan sepi
dilangit kamarku,
samar kutangkap bayang seraut wajah yang dulu warnai hari-hariku bersama cinta dan kasih terindah
namun masa ceria itu kini telah pudar,
terusung bersama keranda cinta matiku
Kasih……
berjuta harap diderma kudus do’aku,
disana engkau telah tunai bahagia abadi…
malam ini aku teramat merindukanmu…
rindu yang sampai membuat jasadku sukar tuk berdiri tegar
kuingin jumpa dengan dirimu meski itu hanya sebatas dalam bunga tidurku…
hanya keindahanmu yang kutemui kini disebalik cinta kita yang luruh menjadi serpih puing-puing takdir tak dapat dihindari
saat inipun kutak tahu bahagiakah aku dengan mahligaiku…?!
nyatanya bagiku semua tampak suram dan beku,
menangis dalam lara nan pilu
sungguh kutak ingin tambatkan hati ini pada dermaga manapun…
karena disini guratan namamu setia menghiasi lembar hatiku…
biarlah….
biarlah kulalui hidup ini keseorangan,
menepi direlung takdir Illahi
dalam mimpipun aku sendiri…
bias cinta kasih ini masih terang menyala untukmu,
meskipun engkau telah jauh pergi….

by_lembayung kelam.

Monday, October 11

Sebuah Pengakuan

Andai kau tau apa yang ada dalam diri,
Mengerti apa yang ada dalam hati,
Pasti kau tak kan salah menduga apa yang terjadi,
Sebab diriku adalah milikmu yang kucintai,
Sebab tiada sesal memilihmu dan itu pasti.
Memang aku tiada ingkar untuk mengakui,
Ada lain yang aku cinta dalam hati,
Tapi itu tak berarti aku kan membagi,
Sebab diriku adalah milikmu yang kucintai,
Sebab tiada sesal memilihmu dan itu pasti.
Kau yang kumiliki adalah karunia bagi diri,
Kasih, cinta, dan sayang yang kau beri adalah setulus hati,
Tidak aku lupa bersyukur atas kau yang kumiliki,
Sebab diriku adalah milikmu yang kucintai,
Sebab tiada sesal memilihmu dan itu pasti.
Semoga kau dapat mengerti,
Tiada aku ingin untuk berbagi,
Kau yang kucinta adalah karunia bagi diri,
Sebab diriku adalah milikmu yang kucintai,
Sebab tiada sesal memilihmu dan itu pasti.

Saturday, October 9

sang dewi

Lihat itu
Sang dewi menangis
Tak ada lagi yang mau memperhatikan bintang
Untuk menemaninya bernyanyi
Mungkin karena deru hujan
Membuat nada-nada indah menjadi percuma
Menyembunyikan semua yang bisa terdengar
Setiap rintihan dan nyanyian, sudah dilahap gemuruh halilintar
Dalam gigilnya, sang dewi memanggil
Mempertanyakan mengapa tak ada kehangatan yang menyelamatkan
Matahari sudah begitu terluka!
Enggan menyinari hati
Mungkinkah ini sebabnya mengapa pagi begitu kelam?
Lalu akan ku bawa kemanakah
bulan perakku
Bila matahari meretak
Padahal detak jantung
Sudah menyusun mimpi begitu tinggi

by Jazzuly
SAMBUTLAH CINTAMU
bila cinta datang padamu..
sambutlah dengan indah di hatimu
bila kau mulai merasakan rindu
cobalah peluk bayangan – bayangan disekitarmu
bila kau bunga..
ku siap untuk jadi tanah tampat kau tumbuh
jika kau takut akan gelap
ku siap menjadi penerang dalam hatimu
jika ku boleh berbicara…
ku ingin katakan “ku sayang kamu cinta”
(Cinta – cinta@yahoo.com)
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
AKULAH CINTA
akulah pijar mata sang pecinta
jantung bagi semua jenis jamuan
akulah kuncup mawar yang merekah
bersama fajar
dan pagi mengecupku
membangunkanku
mendekapku erat
menyelimutiku
dengan gaunnya yang menawan
akulah kumpulan spectrum pelangi
sebagai jalan sang bidadari
yang menabur cinta di atas bumi
akulah warna segala jaman
yang membangun masa kini
dan meruntuhkan masa lalu
aku lebih menawan
dari rayuan wangi sang bunga
tapi jauh lebih kejam
dari muka sang badai
akulah mata air cinta
yang mengalir di dalam nirwana
yang mengobati dahaga para musafir
aku menawarkan kedamaian
pada jiwa jiwa yang lapar
akulah yang membisikkan dawai dawai cinta
laksana denting harpa dari surga
mengalun bersama simponi
merasuk ke dalam hati
kepada jiwa jiwa yg sepi
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
(KARRA – darah_biru45@yahoo.com)

Ketika Cinta Menyapa

Cinta tak berwujud,
Namun dia menguasai hidup
Siang menjadi malam,dan malam menjelma kenangan
Tatkala hati tersentuh cinta,
Cinta tidak berwarna, Tetapi dia bernuansa biru di kalbu

Merah merona dibibir yang bergetar oleh hasrat Cinta
Cinta tak beraroma
Namun dia mewangi bagai sejuta kuntum mawar ditaman hati
Semerbak harumnya membuai mimpi-mimpi indah
Disepanjang hari
Memberi semangat jiwa yang tiada lelah mengejarnya Wahai sang maha pencipta,
Indahnya cinta adalah karunia-Mu
Tatkala dua hati terpaut menjadi satu memuja-Mu
Wahai sang Maha Kuasa
Satukanlah dua hati hamba-hamba-Mu yang dibuai cinta
Ajarilah hamba bahasa cintaMu yang tulus dan kudus
Berilah makna CintaMu yang damai dan penuh kasih
Bersemi disepanjang musim tanpa pupus
Sesungguhnya engkaulah Dewa Cinta
Yang menguasai kerajaan cinta yang abadi
Bawalah hamba kedalam lembah cinta-Mu
Nan indah tiada tara, dan izinkanlah hamba
Memasuki mahligai cinta-Mu
Menikmati manisnya Anggur Kasih-Mu
sebagai pembasuh jiwa
Berselimut sutra nan lembut,Dalam lindungan kasih
Dan sayang-Mu
Jadikanlah kami pemuja Cinta, yang berjalan diatas
Jalan kasih-Mu
Ya Allah teguhkanlah hati ini hanya untuk-Mu dan Rasul-Mu
karunikanlah hamba-Mu ini cinta,hanya karena mengharapkan ridho-Mu…

Sepenggal Cinta dalam Diam ( Ahmad-Yunus )

Slalu, jantungku bergetar saat ada kamu
Lidahku pun mengelu bisu
Menjadikanku begitu bahagia
Dalam diam cinta dan kerinduan
Bukaannya tak ada cinta
Aku membisu di sampingmu
Tapi aku malu
Aku hilang kata
Dengarlah desah nafasku
Perhatikan isyaratnya dengan seksama
Rasakan nuansa hatiku
Dan kau pun akan tahu
Jikalau sepenggal cintaku ada dalam diam.

Cinta Dalam Diam

Bila belum siap melangkah lebih jauh dengan seseorang, cukup
cintai ia dalam diam ...
karena diammu adalah salah satu bukti cintamu padanya ...

kau ingin memuliakan dia, dengan tidak mengajaknya menjalin
hubungan yang terlarang, kau tak mau merusak kesucian dan
penjagaan hatinya..
karena diammu memuliakan kesucian diri dan hatimu..

menghindarkan dirimu dari hal-hal yang akan merusak izzah dan
iffahmu ..
karena diammu bukti kesetiaanmu padanya ..

karena mungkin saja orang yang kau cinta adalah juga orang yang
telah ALLAH swt. pilihkan untukmu ...
ingatkah kalian tentang kisah Fatimah dan ALi ?????
yang keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan ...
tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan
indah ....

karena dalam diammu tersimpan kekuatan ... kekuatan harapan ...
hingga mungkin saja Allah akan membuat harapan itu menjadi
nyata hingga cintamu yang diam itu dapat berbicara dalam
kehidupan nyata ...
bukankah Allah tak akan pernah memutuskan harapan hamba yang
berharap padanya ?????
dan jika memang cinta dalam diammu itu tak memiliki kesempatan
untuk berbicara di dunia nyata,biarkan ia tetap diam ...

jika dia memang bukan milikmu, toh Allah, melalui waktu akan
menghapus cinta dalam diammu itu dengan memberi rasa yang
lebih indah dan orang yang tepat ...

biarkan cinta dalam diammu itu menjadi memori tersendiri dan
sudut hatimu menjadi rahasia antara kau dengan Sang Pemilik
hatimu ...

“Syair Cinta” by WebAdmin on March 27, 2007

Semoga, sayap patahku
cukup menghangatkan pangeran hati
Yang melambungkan bahagiaku,
meneduhkan di saat diri telah merapuh
Kini kumengerti arti penantian
memahami makna gelombang sebelum daratan
saat ksatria kejora memanah mendung di angkasa
derai tawaku menjadi bintang di langit terang
binar mataku cahaya di jiwanya
dia labuhan hatiku

Beri Aku Ruang Di Hatimu

mungkin aku memang tak sempurna dimatamu…..
pun tak bisa aku menjadi sempurna….
dan mungkin aku juga bukan yang terindah untuk dapat berdiri disampingmu…
tapi kumohon agar kau tahu maksud hatiku…
ku mau menjadi yang terbaik untuk teman hidupmu…
hati ini sudah sangat lelah,
bahkan letih hingga keujung_ujung persendianku…
dalam pengembaraanku mencari cinta dan sosok seperti dirimu…
yang bisa mengerti dan memahamiku…
kau selalu ada disetiap hembusan nafasku…
namamu pun tak pernah luput dari rajutan do’aku nan kudus…
tapi mengapa kau berlalu dari tatapanku dikala hatiku terpaut atas cinta kepadamu…
kutak mengerti apa sebenar yang engkau mau…
telahpun kupersembahkan hati dan jiwaku satu untukmu…
bayanganmu sentiasa mengulik alam fikirku…
namun diwaktu ini kau telah menjadi sosok yang berbeda…
dulu kau selalu mengerti tapi kini kau berubah menjadi tak peduli…
kau semakin jauh dan betapa sulit untuk kurengkuh…
disini jauh kuberharap…
kau kan kembali menjadi sosok yang dulu…
sosok yang mencintaiku apa adanya karena cintaku pun setulus yang kau mau….
by_lembayung cinta

Puisi Hati

sepi ……..
…..sepi ……..
……….sepi ……
apakah hanya aku yang sepi..?
kuyakin tidak, karena kau kini ada
apakah kau mau berbagi sepimu denganku..?
tak usah kau jawab,disini kita berbagi sepi
tak perlu ada yang bicara diantara kita
sepi…
dingin…
pasti kau tau teman
disinilah ku akan mati..

Friday, October 8

Antara Aku,Sepi,Rindu,dan Cinta ( Gus Badung )

jiwa ini mengerak di dasar kelam......membatasinya dengan lembaran2 biru tangisan malam, bernyanyi melantunkan nada2 sumbang senandung alam,
aku...
hilir mudik mengitari masa, di sela gemeretak dentang lonceng waktu, yang mengajak tertawa lepas, meraih beban cinta yg ada, menggumpalkan deritan rindu di dada membuyarkan sepi di dalam sukma
aku...
rona merah di wajahmu kala ingin, menatap malu, butiran hati yg bersemayam di relung sepi, mencampakkan nya di antara deretan do' a yg terlantun merdu di gendang indra
sepi...
hanya mengoyak rasa yg pernah singgah dan menggelitik kalbu lara yg tak henti bersujud dan menyembah, di resapi dengan kilau putih cahaya asa dan menelusup indah di balik jendela hati.
rindu.....
lantunan merdu kata yg tak henti terucap di antara onggokan perdu liar bermahkota semu, berharap namun tak ingin, dan tak ingin dalam berharap, merapal merecau beribu bait puisi membeberkannya ke segenap jiwa yg tersandung asmara.
cinta...
manis dalam ucap, indah dalam mimpi, elok dalam resapan, membekukan endapan bening benci, menggulirkan tetesan iri, mencairkan kehangatan, terlahir untuk tak terlihat, terlihat untuk di rasa...dan di rasa untuk di puja
tak ada kata, tak ada ucap, hanya gumam diam dalam damai, bersanding di antara hati dan jiwa, aku bergumul dalam sepi, memeluk rindu dalam selimut cinta...

Thursday, October 7

Bahasa Kasih dalam kata - kata

Aku menatap langit di malam yang berbeda
Namun, ia tetap membisu
Kupandangi jua jantung hatinya
Bintang-bintang bertebaran
Yang menyinari gelap dan sunyinya malam
Masih tetap dalam keadaan yang sama
Mungkin hanya posisinya saja yang berubah
Semuanya tetap membisu
Begitu mahalkah engkau?
Wahai kata-kata?
Memangnya harus kukorbankan apa?
Untuk mendapatkan bahasa kasih darimu
Kutunggu terus sampai mata ini memerah
Namun, satu abjad pun tak kunjung muncul
Malahan, hanya kata sia-sia dan cacian
Dari makhluk ciptaan-Nya
Membuat hati robek seketika
Jika dibalut pun masih tetap kelihatan bekasnya
Kekosongannya pun tak terisikan
Langit yang sama terus kukagumi
Bintang-bintang yang sama terus kuikuti gerakannya
Namun, tak ada yang menyayangi hatiku yang lirih
Dari tadi hening, bisu
Aku terdiam merenung
Aku tidak tahu bagaimana berkata-kata
Karena tidak ada yang mengajari kasih itu
Kasih yang mengatakan lewat hati yang murni
'Aku sayang kamu!'


Nama saya, Mariska Uung. Saya lahir tanggal 25 Mei 1986 di Jakarta. Saya hanyalah seorang mahasiswi biasa jurusan manajemen pemasaran di IBII, Jakarta. Sejak duduk di bangku sekolah dasar, saya sudah suka mengarang. Bermula dari keterpakasaan karena disuruh oleh guru, tetapi entah mengapa lama kelamaan saya bisa menikmati. Walaupun dengan EYD yang sangat berantakan. Saya berlatih sudah cukup lama untuk menulis, namun tidak pernah mempublikasikan kepada orang-orang. Lama-lama saya berani menunjukkan hobi saya yang akhirnya menjadi cita-cita. Tanpa diduga, banyak yang memuji dan menyukai tulisan saya. Termasuk guru dan dosen yang menyukai cara saya menulis dan menjawab soal ujian kuis. Hal ini sangat memacu semangat saya. Saya semakin giat untuk menulis dan pernah mengirimkan beberapa karya meskipun belum ada yang mempublikasikannya kecuali www.cafenovel.com. Seharusnya saya mengambil jurusan yang berhubungan dengan sastra ketika kuliah, namun waktu itu saya belum dapat memfokuskan masa depan saya. Terlebih ketika orangtua saya menganggap bahwa menulis itu tidak dapat menunjang dan menopang hidup. Ternyata saya salah besar, dan seharusnya saya bisa mempertahankan apa yang telah menjadi mimpi saya. Mungkin nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak mungkin meninggalkan kuliah ekonomi saya begitu saja. Apalagi saat ini sudah menginjak semester akhir dan sedang skripsi. Tetapi saya masih tetap memiliki harapan untuk dapat berkarya sesuai cita-cita dan pilihan hidup saya.