Showing posts with label ruang sepi. Show all posts
Showing posts with label ruang sepi. Show all posts

Wednesday, January 4

Rindu Hatimu




RINDU DIHATIMU
Adakah rindu ini dapat kau rasa.....
Dalam binar siang penuh hangat bermandi cahaya.......
Aku termangu dalam kedip mata sayu.....
Aku menunggu sapamu dipelataran waktuku.....

Kau biarkan anganku.....
Menari dalam dinding kaca.....
Yang takkan pernah jemu......
Aku tulis aksara rindu untukmu.....

Aku berbincang bersama hembusan angin.....
Bercanda dalam sutra dinding dan kotak ajaibku.....
Namun ada tirai penghalang.....
Bergelayut dalam sejuta kenang.....

Biarkan semua menjadi indah ditaman hatimu.....
Walau tak pernah aku sibak dalam serpihan yang penuh akan cintamu......
Aku tetap ada....
Didindingmu.....
Didalam sukmamu.....
Dihatiku ada rindu untukmu.....

Tuesday, June 2

 
Rindu ku sederhana....
Aku ingin merapihkan helai demi helai rambut mu yang tak tertata rapih tersentuh angin....
Aku ingin mengukir senyum mu yang lama tak nampak di mata ini....
Seperti ada yang hilang ketika ku bayangkan wajah mu di sudut malam...
Tubuhku terbaring menghadap baling baling kipas yang terus berputar....
Ingin ku hirup semuanya hingga dadaku terasa lega...
Ku sebutkan namamu lagi, berulang-ulang hingga aku sadar bahwa kau tak disini...

Ketika Semua Rindu


Bagaikan berbicara dengan mata
Ketika semua apa yang ku katakan tak mampu kau terima dengan indah
Semua apa yang dilakukan hanya sebagai hawa yang menyesakkan
Benar ini rindu, rasa indah yang begitu sangat menyakitkan
Memuji semua rasa cinta yang terbataskan ruang dan keadaan
Aku memilih diam
Meresapi sendiri apa yang bergejolak dalam fikiran dan hatiku
Mematikan rasa benci ketika semua rindu ini memukul setiap deru jantung yang berdetak
Ada kalanya aku mencoba berbagi rindu dengan apapun yang ada dihadapanku
Hujan? angin? langit?
Semua sudah mengerti bagaimana aku memiliki rasa rindu yang sangat menyakitkan
Bagaimana tidak?
Aku berteriak diantara rintik hujan yang turunpun semua terasa hambar
Karena apa yang aku rindukan tak mampu berada dihadapanku detik itu juga
Ini bukan salahmu, salahku
Ini hanya masalah waktu yang belum berpihak pada kita
Belum memilih kita menjadi sepasang merpati putih yang terus bersama
Belum memberi kita kesempatan untuk bisa mengukir dan menghapus rindu ini dengan benar
Ketika aku diam itulah saat dimana aku mulai merasa rindu ini menyiksa
Merasakan apa yang disebut dengan siksaan yang paling indah
Namun bagaimanapun aku tetap akan diam ketika rindu ini menjadi tumbuh dan berkembang
Memberikannya celah untuk tetap menyiksaku sebelum aku menghancurkannya dengan indah
Mengukir bagaimana indahnya rindu bersama dengannya yang tak pernah mengerti rinduku
Hingga akhirnya aku akan memilih dan memupuk rindu yang indah
dengan mimpi untuk terus merindukannya dalam hening....

Wednesday, August 6

ach .... ?

Terdiam aku disi sepi
Rinduku terucap liirih
harapku bisu
mengelana .....
ach,......
jika rindu ini miliknya
sampaikan ke jiwanya





By. COnand ....

Friday, April 25

Lelaki Sepi



Lelaki yang diamdiam terhimpit sepi.
Serepih perih, hanya dihalaunya dengan katakata.

Adakalanya perlu berkaca,
pada tepian sungai yang terbaca oleh arus semata air,
meliuk menari-nari, susuri duri hingga hilir.
Tanpa lelah, hanya ada jeda,
dengan sejenak menyinggahi lumutlumut hijau,
tak tersentuh.

Cuplikan Rindu Lelaki Sepi


"seruling sepi
dalam aniaya
merindui jejak
apa aku masih mencintaimu?

oh nasib pertanyaan
waktu-waktu tak perduli
sengit pena yang berdebat
adalah manusia temanya
bertepuk sebelah tangn judulnya
mengapa dia masih tak mencintaiku?"

Amelia cuma rindu ini ku punya. Juga ingatan yang rekam sendu matamu, dan memang hanya aku dan kau yang menjadi pemilik bayangan itu.

Amelia apa kau percaya akan waktu,
kesempatan itu hanya sebuah ruang tunggu, yang entah kapan tempat itu kosong lantas kau memanggilku untuk menduduki tempat itu. Dan percayalah, aku akan menjadi pria bodoh yang tak sedetikpun meninggalkan tempat itu.

Monday, July 22

INI ...... ?


Gemuruh itu ada
getar itu juga terasa
melanda ......
menerpa .......

Jiwa ini resah
hati inipun menjadi gundah
melanda .......
menerpa ........

Sungguh ....
kilaunya
pesonanya
mencipta asa

Dan aku hanya mempu berkata
inikah Damba .............
seperti inkah Rindu ..........

22 Juli 2013
@ Jrt

Saturday, July 13

Karena Engkau juga Sahabat Hatiku…



Apa kabarmu cinta…
Lupakah engkau padaku dinda…
Seperti engkau melupakan kalimat yang pernah menjembatani persaudaraan ini…
Segala Puji bagi Allah…
Hari ini aku terbangun, seperti hari-hari sebelumnya…
Dengan kerinduan yang sama pula padamu…
Rindu yang tak berujung…
Tak banyak yang kutau darimu…
Hanya sedikit…sangat sedikit…
Meski begitu, hari-hariku berwarna bersamamu dinda …
Indah ketika berbagi cerita tentang kehidupan, tertawa bersama…
Kini semua hanya tinggal tinggal keping kenangan yang kusimpan rapi di ruang hatiku…
Engkau menjauh dan menghilang …
Dan aku tak pernah punya kesempatan bertanya alasannya…

Dinda…
Dimanapun engkau berada saat ini, aku hanya ingin engkau tau alasanku menuliskan kalimat-kalimat yang sederhana ini…
Karena aku menyayangimu…
Aku tak sempat menyatakannya padamu kalimat itu dinda…
Karena engkau terburu menjauh, begitu jauh…
Hingga aku tak dapat menggapaimu lagi…
Berharap agar kebersamaan itu kembali seperti dulu, meski mungkin amat jauh…
Tapi bukankah cinta itu memberi dan terus memberi…
Takkan kecewa orang yang mencintai…
Karena semua cintanya adalah bentuk pengejawantahan cinta pada Rabb nya
Pada-Nya saja kutitipkan rasa sayang ini padamu…
Agar Dia menyampaikannya pada hatimu
Meski mungkin kasih sayang itu tak seperti yang kau harapkan…
Atau mungkin tak pernah kau harapkan….


Berjalanlah dinda…
Gapai langit cita dan cinta yang kau impikan…
Jika melupakanku adalah bagian dari kebahagiaan itu, maka lupakanlah aku…
Memohon agar Dia yang menjagamu selalu…
Agar ruh iman dan hidayah itu tak pernah menjauh…
Karena penjagaanku pun tak akan pernah sampai padamu…
Karena hanya kasih dan sayang-Nya yang menjadi sumber kekuatanmu…
Namamu akan tetap menjadi bagian dari doaku dinda…
Karena engkau juga sahabat hatiku…

 
Sepi itu nikmat
Sepi itu hasrat
Sepi itu kiamat
Seperti kiamatnya  jiwaku
Ketika aku lupa lalu sepi berubah jadi mala petaka
(  karna kutak bisa membendung hasrat itu )
Sunguh sepi benar-benar luka ….
Seperti lukanya jiwa
( yang selalu bermain cumbu dosa )
Dan sepi meluluhkan raga
Luka yang tak kentara

@jrt...........

Saturday, February 18

Andai rindu itu nyata...
Akan kukatakan padanya... Untuk tidak sisakan asa... Hingga menunggu tiada berita...
Andai rindu seketika... Ku akan bertanya padamu... Masihkah rindukan mendayu... Jika dia tak lagi semu.

Saturday, December 17

Pena diatas noda airmata

seolah lelah ku tertahan ketika semua tak lagi menjadi beban

hanya segaris resah ketika siang mulai tertelan

aku datang dengan desah dan hanya desah

hanya sebagai manusia yang penuh rasa susah

selayang sesaat dalam benam ketika malam

coba kutatap sang surya yang mulai tenggelam

sang bulan sungsang datang menyelam

menunggu harap diantara bintik terang kunang-kunang

bayang pucuk tergambar gerak sang ilalang

aku datang.....berisik sang bintang

mulai merayap jejak tak bersayap

menorehkan sunyi nyanyi sang senyap

dingin menggerayang diantara sisi gelap

aku berselimut kenang diantara kosong tatap

rindu dalam benak mulai tak terelak

bayang itu menggeliat mulai tampak

apa aku harus menjadi gila karena rindu yang terbelalak

apa aku tak mampu mengelak

dan selalu bising dalam masa lalu yang tertawa galak

kusentuh pena dan mulai ku tulis dengan rasa

sebuah cerita cinta tentang dia

dalam gelap setiap tanya aku berharap

apa aku mampu menulis kembali setiap cerita

dengan pena dan kertas penuh noda

dari cerita cinta berujung air mata

tertulis dengan ujung pena kisah nyata

diatas kertas noda tetes air mata

kutulisakan untukmu dalam setiap inginku

dalam hangat peluk bayang setiap rasa kenangku

dengan lembut meraba setiap hangatmu

dan dalam setiap tulisku untukmu

kuucap sayang dengan setiap desahan nafas rinduku padamu

kutatap setiap senyummu dengan setiap detak bunyi jantung ini

ku lumat setiap kecap kata

ku belai bibirmu dengan lembut setiap kataku

kusentuh dengan setiap manis kecap atap langit rasamu

meski harus ku masukan ujung lidahku ke bara setiap rasa

menyentuh setiap harum nafasmu

saat batas mulut ini mengadu dalam setiap rasa rindu

aku hanya ingin katakan aku cinta padamu

meski semua ini hanya mampu terucap dalam bayang rinduku

bawa rindumu dan datanglah kedalam istana setiap rasaku

dan menari dalam balut rindu rasa tulusku

saat itu aku ijinkan kau meneteskan air matamu

air mata rindu dan kasih sayangmu padaku

bukan tetes air derita karena merindukan hadirku

ranum senyum kutatap diantara embun

aku mulai mengenal sosokmu yang anggun

ku bawa dan ku kenal dalam setiap canda melantun

aku selau terbawa setiap celoteh dalam tegun

mengalun setiap rindu

aku mengalir dalam bisik sang mimpi

menggaris setiap ragu

aku terusik saat rasa mulai jauh berlari

membeku dalam rayu

aku tak lagi mampu..

terjatuh dalam bisu

aku tak lagi mampu..

setiap kataku kaku seolah terpasung

setiap rasa ku mulai berbulir

terbawa suasana hening mengalir

menuju hilir rasa hatimu

berlabuh di pinggir setiap rasa rinduku

kau datang padaku

kau kembali untukku

Diterbitkan di: 26 September, 2011