Tuesday, June 30



Salam Terakhir .....................( 28 September 2009 ) 

 Kepada Bapak …………………………………………
2 hari kau terdiam, tiada sepatah pun kata terakhir yang terdengar melalui suara yang parau... hanya sebuah tarikan nafas yang perlahan lemah dan hilang ntah kemana..aku tak mampu mencarinya ataupun menangkapnya kembali ke raga mu yang mulai memucat dan dingin membeku... Tiada setetes pun airmata yang hadir saat tangan ku membersihkanmu..namun terasa ada sebongkah batu besar yang seakan menyesak dari dalam dada yang seketika mungkin mampu meletuskan magma jiwa seiring tetesan airmata kala itu...tapi ku bersyukur tetap tiada airmata.

 Ada sebentuk kerinduan yang menyusup hadir saat lapis demi lapis kain putih itu mulai engkau kenakan. Menatap wajahmu aku tersenyum..karena engkaupun tersenyum. Bersih bercahaya tanpa ada noda dan terselingi oleh senyum yang dimiliki bahagia. Dan rindu itupun kembali menyelesak hadir.. terasa tangan ku ingin memelukmu untuk yang terakhir..namun aku tak kuasa, diriku hanya mampu menundukkan wajah menyentuh kening dan kedua pipimu dengan hidung dan bibirku yang bergetar menahan gemuruh kerinduan hati.
 Engkau ditandu... menuju rumah sang maha pencipta untuk sebentar singgah memohon restu-Nya untuk menerima engkau kembali ke rumah masa depan. dan sekali lagi..tiada airmata yang hadir hanya pedih dan rindu yang datang untuk menjenguk dan menitipkan sebuah salam dihatiku...entah dari siapa.. mungkin dari airmata??..Entahlah tak berani aku menduga-duga. "selamat datang dirumah yang baru"... mungkin itu yang terucapkan dari barisan malaikat yang menunggu di gerbang pagar itu. "Rumah yang luas" gumanku dalam hati..penghuninya telah menunggu kedatanganmu, namun mereka hanya diam tak bergerak atau mungkin memang tak tampak.

 Dengan tangan ini..ku melepas dirimu tuk tinggal di rumah masa depan menuju sebuah kehidupan baru yang abadi. Dengan tangan ini diriku menggenggam seonggok tanah basah yang masih menggunung dan basah.. Dengan tangan ini pula aku menyeka butir demi butir airmata yang entah dari kapan tiba-tiba ia datang..Dan akhirnya dengan tangan ini jualah aku melambaikan tangan tanda perpisahan.

 Bibir ini semakin bergetar dan tak mampu terucapkan sepatah kata..hanya hati yang tiba-tiba bersuara seakan mengiringi lambaian perpisahan.. dengan berat namun lantang hati berkata : "engkaulah cahaya itu yang kini telah redup dan habis,,, selamat jalan Bapak..kembalilah dengan tenang ke alam yang penuh keabadian.." dedicated for : Bapakku yang membesarkan ku sampai hari ini Terima kasih banyak pak atas tetesan keringat yang senantiasa mengalir dari tubuh lelahmu demi perjuangan seorang bapak dalam membesarkan kami 4 orang anak-anakmu, kami kehilangan dirimu bapak..namun kami ikhlas dengan kepergianmu.. maafkan kami pak karena seringkali membuatmu cemas..maafkan kami karena tidak bisa memberi yang terbaik di akhir kepergianmu..maaf pak ,, We Love U Bapak kemarin..sekarang dan selamanya...

Post a Comment