Tuesday, June 2

Ketika Semua Rindu


Bagaikan berbicara dengan mata
Ketika semua apa yang ku katakan tak mampu kau terima dengan indah
Semua apa yang dilakukan hanya sebagai hawa yang menyesakkan
Benar ini rindu, rasa indah yang begitu sangat menyakitkan
Memuji semua rasa cinta yang terbataskan ruang dan keadaan
Aku memilih diam
Meresapi sendiri apa yang bergejolak dalam fikiran dan hatiku
Mematikan rasa benci ketika semua rindu ini memukul setiap deru jantung yang berdetak
Ada kalanya aku mencoba berbagi rindu dengan apapun yang ada dihadapanku
Hujan? angin? langit?
Semua sudah mengerti bagaimana aku memiliki rasa rindu yang sangat menyakitkan
Bagaimana tidak?
Aku berteriak diantara rintik hujan yang turunpun semua terasa hambar
Karena apa yang aku rindukan tak mampu berada dihadapanku detik itu juga
Ini bukan salahmu, salahku
Ini hanya masalah waktu yang belum berpihak pada kita
Belum memilih kita menjadi sepasang merpati putih yang terus bersama
Belum memberi kita kesempatan untuk bisa mengukir dan menghapus rindu ini dengan benar
Ketika aku diam itulah saat dimana aku mulai merasa rindu ini menyiksa
Merasakan apa yang disebut dengan siksaan yang paling indah
Namun bagaimanapun aku tetap akan diam ketika rindu ini menjadi tumbuh dan berkembang
Memberikannya celah untuk tetap menyiksaku sebelum aku menghancurkannya dengan indah
Mengukir bagaimana indahnya rindu bersama dengannya yang tak pernah mengerti rinduku
Hingga akhirnya aku akan memilih dan memupuk rindu yang indah
dengan mimpi untuk terus merindukannya dalam hening....
Post a Comment