Sunday, November 21

Melepas rindu dalam diam..

Akhirnya...
Aku bertemu kembali dengannya. Setelah sekian lama tak pernah lagi bersitatap karena kesibukan masing-masing. Aku senang. Gembira. Dalam setiap pertemuan dengannya, selalu ada rindu yang terjaga dengan baik. Dan karena itu setiap pertemuan pasti menarik.
Kami tahu rindu itu selalu ada. Namun setiap kali bertemu, tak perlulah semua kata itu terumbar sia-sia. Karena dalam diam semua rindu itu lebih terasa. Diam kami. Diam dalam keriuhan tempat ini yang sering menjadi tempat menyepi para makhluk sepi. Seperti kamu. Seperti aku.
Dan diam itu cukuplah menjadi pengganti rasa. Karena aku dan kamu sama tahu bahwa...
Keberadaan itu indah... jauh lebih indah daripada untaian kata cinta sepanjang jalur sutra
Dan aku menikmati keberadaanmu
Kamu...di situ
Menekuri layar ajaibmu yang membawamu berkeliling dunia maya. Membawamu ke dunia sana meski kamu di sini
Dan aku...di sini
Menatapi kalimat demi kalimat yang berbaris mengajak aku untuk bertualang ke dunia magis. Memandangimu dan layarmu. Dan bersyukur, bahwa kamu di sini.
Hanya sesekali kita saling bertukar kata. Kamu akan memberitahuku, bahwa di dunia sana itu, hidupmu hidup. Dan aku akan tersenyum. Menikmati kehidupanmu membuatku hidup.
Lalu kami kembali diam. Diam dalam pengertian yang dalam.
Bahwa kita, aku dan kamu, akan selalu ada di sini.
Dan kita akan selalu bertemu dari waktu ke waktu, menandaskan rindu hingga tetes terakhir..
Post a Comment