Tuesday, November 23

Untuk sepi yang membunuhku…

Sore ini..aku termenung dalam dalam sambil memandang jauh ke arah laut lepas dgn gemuruh suara ombak,yang memecah sunyi..ramai pejalan kaki dan lalu lalang kendaraan menjadi pemandangan di sore itu,,
Sejenak,,menyadarkanku dari kesendirian.sesaat aku terombang ambing di sebuah batu karang yang sngat ebsar di tepi pantai itu,,bertanya sendiri dalam hati..
‘sedang apa aku disini..?’
Berada diantara ratusan pejalan kaki yang melenggang bergandengan tangan dengan menyunggingkan senyum menebar tawa kegembiraan.. J
Sejenak..aku dihinggapi rasa ‘iri’ yang menghujam dalam hati,,menggerogoti warasku tanpa bias melawan ketika ku saksikan puluhan pasang mata berbinar duduk dibuai kemesraan..dan aku masih sendiri terpaku tanpa seorang teman…tanpa siapapun..
betapa menyesakkan hidup sepi  ditengah keramaian ini..aarrggggghhh (mengeluh saja)
Melintas detik demi detik dengan hanya berpelukan pada asa yang tersisa,menggantungkan angan hanya pada bayang bayang semu..asa tentangmu yang tak kunjung padam kurengkuh meski dalam ketidakpastian..bayang bayang semu mu yang tak lelah kugapai diujung tebing keraguan..
Bilakah ada sedetik masa untukku dan untukmu merangkai kembali barisan cerita rindu yang sempat tertunda..mungkinkah datang setitik nyala api yang bisa mengobarkan waras jiwamu,membuka satu pintu untukku,,biar dapat lagi kulukis lautan dengan senandung keindahanmu..biar kuhias jalanan kota Bandung dengan renyah tawa dan senyummu.biar rasa iri didadaku sirnaa..
Tapi mungkinkah cerita itu berulang..????
Sementara smpai detik ini,di sendiriku yang bersandar pada langit kelam dan gerimis yang satu satu datang,aku masih  saja mematuk bayang-bayang,menggurat kesepian tanpa arah..
Hanya angin,,pasir,,dan deru kendaraan yang kucium hambar..dan menampar kesendirianku..
Di senja ini.. :)
Post a Comment