Sunday, October 17

kegelapan pesona khayalku

...
...
...
udara …
liar kuhembuskan dalam remang hati yang gamang …
biarlah terlihat memburu seperti peluru …
menghunuskan di lorong-lorong waktu …
tersembunyi, terlindung suci dari jamah pikiran dan hati …
lalu, sengau siapakah tadi yang berlindung di kabut hening shubuh …
ketika aku pasrah kalah …
membawa kalungan kata-kata untuk kerajaan malam …
hingga (mungkin) ku terlantar di pelataran sorga …

air …
aku rindu bening wujudmu …
aku rindu bulir-bulir embunmu dibalik kusam jendela kaca …
yang bersemayam atau berjelaga …
seperti syair-syair para syuhada yang memerah darah …
sewaktu rindu segarnya air telaga kautsar …
entah apakah sama …
selagi aku khusyu di bilangan malam sewaktu aku hilang …

bumi …
aku juga rindu tanah-tanahmu yang basah …
rindu berlari-lari kecil di padang savana …
lantas, gerangan apa murkamu adalah sebentuk airmata …
yang aku pungut satu persatu di pipi manusia …
jangan beri aku argumentasi, bumi …
yang entah di gugusan mana engkau emosi tanpa opini …

api …
sambutlah nyawaku …
betapun perih …
dan aku temui bila nanti sudah tiba diujung usia ...
sewaktu jajaran bintang-bintang adalah selayak jejak cahaya …
bakarlah isak nafasku sejenak sbelum bertemu ...
dan aku 'kan hadir dalam genangan peluh yang sesak ditebali abu ...
aku tahu betapapun perihnya itu …
...


dan kasih sayang  ...
inilah kegelapan pesona khayalku yang jengah kusiapkan ...




Prev: water is life ...
Post a Comment