Monday, October 11

tersenyum pada sepi
kadang sepi merenggut kesedihan
terdiam meneteskan air mata
:yang tak harus keluar:
diam-diam ia muncul


ibarat mentari yang berjalan pada porosnya
membuka hari diufuk timur,, menutup anggun diufuk barat
bisakah tersembunyi? dan tak ada yang tahu

meski begitu,,
ketenangan telah mewarnai bunga sakura
tanpa himpitan,, tanpa rasa yang tersiksa
tanpa harapan yang pupus....
tidak begitu indah memang
: jelas,, terakui:
tapi cukup tenang
Post a Comment